Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Mei 2014
Sukses dengan bisnis minuman
Jika ada orang atau kalangan yang tetap senang dengan cuaca terik yang menimpa maka orang itu pasti penjual minuman segar. Bagaimana tidak dengan cuaca yang terik maka penjual minuman segar bisa merengguk untung yang tidak sedikit dari berbagai macam olahan minumannya. Namun walaupun memiliki keuntungan dalam cuaca yang terik penjual minuman segar juga tetap bisa mereguk untung dalam berbagai cuaca yang lain asal variasi minuman yang kita jual bisa beragam dan variatif.

Jika anda tertarik untuk membuat sebuah usaha minuman maka anda bisa mengaplikasikan tips kami dan tips yang sudah anda miliki agar bisa memiliki jenis minuman yang berkualitas dan digemari pelanggan. Berikut beberapa tips menjual minuman segar dari kami.
- Buka di pusat keramaian
Bukalah gerai minuman yang berdekatan dengan pusat keramaian, salah satu pusat keramaian yang potensial untuk berjualan gerai minuma adalah kampus dan sekolah. Dengan membuka gerai minuman dekat dengan kampus dan sekolah maka kita selangkah lebih maju untuk bisa mendapatkan pelanggan yang banyak. Buatlah gerai minuman yang seakrab mungkin agar para pembeli bisa betah dan nyaman.
- Buat gerai layaknya konsep tempat nongkrong
Umumnya para pembeli senang dengan berbagai hal yang menarik terutama yang nyamn untuk berkumpul, untuk itu buatlah gerai seperti halnya tempat nongkrong dan ngobrol agar pembeli nyaman. Lalu sediakan juga kedai mini di depan untuk pembeli yang ingin cepat dalam membeli dan di bawa kerumah.
- Perbanyak varian
Jenis minuman yang disukai oleh pembeli adalah minuman yang memiliki banyak varian, dengan banyaknya minuman yang akan disajikan maka pembeli tidak akan bosan untuk membeli berbagai varian baru yang di suguhkan. Selain dari jenis minuman yang bervariasi, jika tempat berjualan anda sudah seperti tempat nongkrong anda juga bisa menambahkan varian makanan lain agar pembeli merasa kerasaan dan suka dengan berbagai varian pilihan pendukung minuman.
- Miliki produk yang unik
Menjual aneka minuman yang sudah ada memang tidak salah namun memiliki satu minuman yang unik dan khas ini akan menjadi nilai lebih. Jualah minuman yang unik, enak dan aneh. Kalau perlau namanya pun unik maka pembeli akan lebih tertarik.
Jumat, 21 Februari 2014
Cara Merintis Bisnis Dari Awal Sampai Sukses
Merintis bisnis sebenarnya tidak susah-susah amat. Siapa pun bisa, bahkan tanpa uang sepeser pun. Justru, mempertahankan bisnis itu yang paling susah dan paling penting. Banyak bisnis gagal di tengah jalan gara-gara persiapan dan eksekusi kurang matang.
Kerjakan dulu pekerjaan rumah Anda sebelum mulai berbisnis. Anda wajib tahu siapa saja dan apa yang dibutuhkan pelanggan, termasuk keunikan bisnis Anda dibanding kompetitor. Jika Anda pikir sudah punya jawaban atas ketiga pertanyaan ini, berarti Anda sudah bisa mulai usaha.
Paling penting, jika produk Anda niche, maka perusahaan investasi dan investor individual akan bermurah hati menginvestasikan uang mereka pada bisnis Anda. Jika Anda termasuk orang yang punya ide inovatif tapi tak punya modal, simak beberapa tips berikut ini yang dilansir dari CIOL.com (30/5/2012):
Pinjam uang
Teman yang ada ketika sedang dibutuhkan, inilah teman sejati. Pernah dengar kalimat seperti ini? Nah, pinjam uang dari teman dan jelaskan padanya mengenai potensi produk yang akan Anda luncurkan. Yakinkan dia seberapa besar profit yang bisa Anda dapatkan dari produk niche brilian itu. Tapi jangan terlalu membual, jelaskan dengan perhitungan yang masuk akal. Selain teman, Anda juga bisa meminjam uang dari kerabat keluarga.
Sewa tempat
Anda tidak perlu pusing sewa tempat lagi untuk ruangan kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah jadi ruang kantor.
Cari rekanan kerja
Cari rekan kerja dari lingkaran teman-teman atau saudara Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis Anda. Mungkin ini bisa meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan ide-ide baru. Mungkin juga, Anda dan rekan bisa menciptakan keajaiban baru.
Pekerjakan staf dengan sistem bagi tinjauan
Tidak ada salahnya mempekerjakan orang dengan sistem bagi tinjauan. Anda bisa menghemat banyak uang dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda.
Buat website
Google menawarkan website gratis bagi usaha kecil menengah. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menciptakan dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa menggaet banyak pelanggan baru. Copy dan paste URL website ke akun jejaring sosial pribadi Anda, lalu minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan ke kenalan mereka. Kemungkinan Anda menjaring pelanggan potensial sangat besar.
Fokus
Jika bisnis Anda tidak langsung mengtinjauankan profit (sebagian besar memang tidak), fokuslah untuk terus memperbaiki bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang salah.
Cari pekerjaan paruh waktu
Biasanya Anda akan menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal. Jadi kalau Anda ada waktu atau kesempatan bekerja paruh waktu, ambil saja. Investasikan separuh gaji ke bisnis Anda.
Negosiasikan segalanya
Semuanya bisa dinegosiasi. Jadi, negosiasikan dengan bank-bank untuk membantu pemodalan bisnis Anda. Banyak bank di luar sana yang mau meminjamkan pinjaman bebas kolateral bagi start-up dan UKM. Yakinkan bank mengenai kehebatan dan potensi produk Anda. (*)
Kerjakan dulu pekerjaan rumah Anda sebelum mulai berbisnis. Anda wajib tahu siapa saja dan apa yang dibutuhkan pelanggan, termasuk keunikan bisnis Anda dibanding kompetitor. Jika Anda pikir sudah punya jawaban atas ketiga pertanyaan ini, berarti Anda sudah bisa mulai usaha.
Paling penting, jika produk Anda niche, maka perusahaan investasi dan investor individual akan bermurah hati menginvestasikan uang mereka pada bisnis Anda. Jika Anda termasuk orang yang punya ide inovatif tapi tak punya modal, simak beberapa tips berikut ini yang dilansir dari CIOL.com (30/5/2012):
Pinjam uang
Teman yang ada ketika sedang dibutuhkan, inilah teman sejati. Pernah dengar kalimat seperti ini? Nah, pinjam uang dari teman dan jelaskan padanya mengenai potensi produk yang akan Anda luncurkan. Yakinkan dia seberapa besar profit yang bisa Anda dapatkan dari produk niche brilian itu. Tapi jangan terlalu membual, jelaskan dengan perhitungan yang masuk akal. Selain teman, Anda juga bisa meminjam uang dari kerabat keluarga.
Sewa tempat
Anda tidak perlu pusing sewa tempat lagi untuk ruangan kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah jadi ruang kantor.
Cari rekanan kerja
Cari rekan kerja dari lingkaran teman-teman atau saudara Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis Anda. Mungkin ini bisa meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan ide-ide baru. Mungkin juga, Anda dan rekan bisa menciptakan keajaiban baru.
Pekerjakan staf dengan sistem bagi tinjauan
Tidak ada salahnya mempekerjakan orang dengan sistem bagi tinjauan. Anda bisa menghemat banyak uang dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda.
Buat website
Google menawarkan website gratis bagi usaha kecil menengah. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menciptakan dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa menggaet banyak pelanggan baru. Copy dan paste URL website ke akun jejaring sosial pribadi Anda, lalu minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan ke kenalan mereka. Kemungkinan Anda menjaring pelanggan potensial sangat besar.
Fokus
Jika bisnis Anda tidak langsung mengtinjauankan profit (sebagian besar memang tidak), fokuslah untuk terus memperbaiki bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang salah.
Cari pekerjaan paruh waktu
Biasanya Anda akan menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal. Jadi kalau Anda ada waktu atau kesempatan bekerja paruh waktu, ambil saja. Investasikan separuh gaji ke bisnis Anda.
Negosiasikan segalanya
Semuanya bisa dinegosiasi. Jadi, negosiasikan dengan bank-bank untuk membantu pemodalan bisnis Anda. Banyak bank di luar sana yang mau meminjamkan pinjaman bebas kolateral bagi start-up dan UKM. Yakinkan bank mengenai kehebatan dan potensi produk Anda. (*)
Selasa, 10 Desember 2013
Bisnis Usaha Yang Menguntungkan Saat Ini
Ada banyak peluang bisnis di sekitar kita dan banyak juga dari peluang ituadalah penipuan. Berikut adalah beberapa saran tentang bagaimana untuk memilih atau menemukan peluang yang baik.
Lupakan apa pun yang menjanjikan uang besar dengan sedikit atau tidak bekerja sama sekali. Sebuah peluang usaha yang dapat diandalkan akan menunjukkan bagaimana Anda bisa bekerja keras untuk membangun penghasilan tetap. Mengharapkan untuk memperoleh beberapa ratus sebulan untuk kerja paruh waktu. Jika Anda bersedia untuk menempatkan diri Anda ke kesempatan penuh waktu, Anda dapat berharap untuk akhirnya mendapatkan pendapatan yang cukup besar dengan mudah dapat melebihi apa yang dapat Anda peroleh dengan pekerjaan tetap.
Kesempatan datang dan pergi. Sebagian besar program-program baru hilang dalam waktu tiga tahun. bahkan tidak sampai setahun. Mencari perusahaan yang masih baik setelah/setidaknya telah berumur lima tahun.
Pastikan Anda memiliki produk atau layanan yang kompetitif di pasar. Tidak peduli berapa banyak hype emas menyertai sebuah produk, Anda tidak bisa menjual jika lingkungan pelanggan Anda menawarkan sesuatu yang lebih baik pada harga yang lebih rendah.
Waspadalah terhadap kesempatan yang menjanjikan kekayaan kepada Anda.
Cari kesempatan yang akan membiarkan Anda menggabungkan cara pintar berpromosi di internet dengan kesempatan untuk menjual ke teman-teman dan tetangga, Anda akan tetap membuat sebagian besar penjualan Anda kepada orang-orang di komunitas Anda.
Ok, Bro n Sis….mudah mudahan informasi yang saya berikan ini dapat merubah atau lebih meyakinkan diri Anda dalam memilih/menemukan peluang bisnis yang tepat.
Oh iya…Bagi Anda yang sedang mencari suatu peluang bisnis, Saya memberikan suatu bahan atau ide peluang yang mungkin akan membantu anda dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam hidup Anda.
Minggu, 17 November 2013
Bisnis Lebih dari Sekadar Untung
Siapa sih yang nggak pengin dapat untung banyak dan menikmati berbagai macam fasilitas menawan dari usahanya? Tentu semua pengin dong! Bahkan orang yang belum punya usaha sekalipun tetep pengin dapat untung. Tapi, apakah usaha itu cuma biar dapat untung? Jika hanya untung dan untung yang pengin kamu raih saat membuka usaha maka usaha kamu itu akan terasa hambar. “Boro-boro” seneng, kalo cuma mikir untung hidup ini jadi tersiksa plus gampang stres. Percaya dech! Ngomong-ngomong tentang untung, pengusaha muda kali ini akan berbagi pengalaman dengan kamu tentang arti keuntungan yang sebenarnya. Namanya Mas Muhammad Rodhi atau akrab disapa Mas Rodhi. Dia ini salah satu pengusaha eksportir furnitur dari Klaten lho. Produk-produk miliknya telah dinikmati orang-orang Amerika dan Autralia. Setiap bulan, ia mengirim 1 hingga 2 kontener furniter ke dua negara tersebut. Hebat nggak?
Dari Sopir Jadi Pengusaha
Cerita perjalanan pengusaha “lajang” satu ini berawal ketika ia duduk di tiga bangku kuliah. Lho kok bisa tiga? Iya dong. Mas Rodi kuliah di jurusan Sastra Jawa UGM, Hukum UGM, dan Akuntansi AA YKPN. Sayang hanya ijazah sarjana Akuntansi AA YKPN yang berhasil ia rebut, yang lain gagal. Baginya, kuliah itu lebih untuk mencari relasi dan pengalaman aja kok. Makanya, ia bener-bener manfaatin masa kuliah untuk cari temen sebanyaknya meskipun nggak lulus secara akademik. “Dalam dunia kerja itu, ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah itu cuma 25 % yang digunakan. Lima puluh persen yang lain adalah relasi dan 25 %-nya kerja keras. Makanya, aku berusaha banyak temen.” Ungkap Mas Rodhi.Tapi prinsip ini tidak selamanya mulus. Setelah lulus kuliah, Mas Rodhi malah jadi sopir kayu dan meubel. Nggak nyambung dong dengan jurusannya? Ya begitulah kenyataan yang harus dialami Mas Rodhi selama 2 tahun setelah kelulusannya. Bahkan ia sering defisit karena telat menerima gaji. Ia berkata, “Wah, jadi sopir kala itu sering nggak enak kok. Kadang kita dah semangat banget kerja dan kerjaan selesai, eh ternyata diutang dua minggu.” Tapi pekerjaan itu tetap dijalankan karena bukan hanya uang yang ia inginkan melainkan ilmu, pengalaman, dan relasi yang diharapkan.
Kesulitan demi kesulitan itu akhirnya membuat Mas Rodhi menggagas usaha bersama salah satu kerabatnya. Ya, usaha furniture tepatnya. Di samping karena di daerahnya terkenal furniture berkualitas, ia telah banyak mendapatkan pelajaran berharga saat menjadi sopir furniture dan kayu. Dan yang paling penting, ia sudah memiliki banyak relasi. Berawal dari itu, maka ia kumpulkan modal dan mengumpukan tenaga baru untuk membuka usaha. Maka tepat pada bulan Februari 2008 lahirlah pengusaha furniture baru dengan penjualan awal 1 kontener ke Amerika
Gaji Mepet dan Diusilin
Meskipun telah menjadi eksportir furniture, bukan berarti Mas Rodhi mendapatkan gaji bulanan yang paling banyak. Hingga satu tahun perjalanan usahanya, gajinya masih bersaing dengan pegawainya yang masih berkisar 1 juta rupiah. Kenapa begitu? Ya, memang Mas Rodhi nggak mau meraup banyak untung sementara pekerjanya menderita. Baginya, memberikan lapangan kerja bagi orang lain itu lebih mahal daripada keuntungan materi yang berlipat. Bahkan, sering ia harus nombok gara-gara nutup biaya gaji karyawannya yang mencapai 20 orang. “Aku dulu merasakan cari kerja itu susah sekali. Sekarang bisa memberikan pekerjaan pada orang lain itu senang sekali. Meskipun gaji bulanan yang saya terima sama dengan pegawai saya.” curhat Mas Rodhi kepada Elfata.Parahnya lagi, untung mepet masih ditambah dengan sikap beberapa pihak yang suka usil. Ada pihak yang seharusnya memberikan pengamanan malah minta jatah komisi. Lembaga yang seharusnya menjamin kelangsungan usaha malah minta jatah bulanan. Dan yang bikin sebel, pihak pengiriman barang yang suka menentukan kebijakan semaunya sendiri. Mas Rodhi berkata, “Kadang ada pihak yang malah minta jatah sampe 50 ribu padahal mereka sudah digaji pemerintah. Dan yang bikin kesel itu adalah perusahaan jasa pengiriman barang. Mereka suka menentukan kebijakan semaunya. Kalo kita terlambat beberapa jam saja kita di denda sampai jutaan rupiah, tapi kalo mereka yang terlambat mereka nggak mau ganti rugi, maaf pun nggak minta. Kerjasama dengan perusahaan Norwegia juga batal gara-gara mereka masang tarif pengiriman terlalu tinggi.”
Tentu masih banyak hal menyakitkan yang dialami Mas Rodhi saat menjalankan usahanya. Jika usaha itu cuma diukur dari keuntungan materi maka usaha semacam ini akan cepat ditutup. Tapi karena ada nilai lebih mahal dari keuntungan materi yang diperoleh maka usaha Mas Rodhi tetap dijalankan. Dalam benaknya terbesit, bagaimana jika karyawannya yang kini telah mencapai 60 orang itu menganggur tanpa penghasil? Tentu mereka akan mengalami kesulitan hebat. (adin) [sumber asli : http://majalah-elfata.com/index.php?option=com_content&task=view&id=329&Itemid=87 ]
Langganan:
Postingan (Atom)